Sebelum keluar dari mall Mbak Viona sempat memberiku sobekan kertas, tentu saja tanpa sepengetahuan Sarah.“Baca di rumah,” bisiknya.Aku lega melihat Mbak Viona datang ke counter bus PATAS AC seperti yang diberitahukannya lewat sobekan kertas. “Dik, jangan pulang dulu. Bokep Abisnya Mbak Viona ini lucu,” kataku.“Lucu kepalamu,” Mbak Viona sewot.“Ya luculah. Akhirnya aku duduk kembali.“Dik, kamu pacaran sama Nita ya?” tanya Sarah setelah ruangan sepi, tinggal kami berdua. “ Sarah berhenti sejenak. Dan bus pun sudah mulai masuk terminal., Sarah sepertinya bukan cewek yang tepat untuk diajak ngapa-ngapain, dia mah penginnya roman-romanan aja,” kataku mengakhiri penjelasanku.“Kamu ini ngomongnya terlalu terus-terang ya?” Nada Mbak Viona sudah mulai normal kembali.“Ya buat apa ngomong mbulet.




















