Kurasakan nikmatku semakin memuncak. Apalagi oleh suaminya yang hanya duduk 50 cm di seberangnya. Bokeb Bukannya apa-apa, tapi aku paling tidak suka diganggu dengan masalah orang yang telat membeli tiket seperti pasangan ini.Ibu itu cemberut. Telaten sekali dia. Kepalaku berdentum-dentum. Dia memegang tanganku. Belum lagi suara ibu-ibu di sebelahku ini, yang ya ampun, cerewetnya. Aku bahkan tidak tahu namanya.Dia memandangku. Aku merasakan dadaku berdentum-dentum. Aku tetap berkeras. Uuuh, lega. Di dalam mulut seorang ibu. Kemudian melihat suaminya yang tersenyum mengangguk kepadaku di seberang kursi kami, menggendong anak yang kira-kira berusia 5 tahun.“Aduh, bu, maaf, bukannya saya tidak mau, cuman memang saya sengaja memilih tempat di bawah AC ini bu. Aku jengkel banget.Hujan mulai turun. Perjalanan yang panjang menuju Yogyakarta.————
Aku melirik jamku. Hari ini aku pulang ke Jogja, ke tempat kelahiranku untuk bertemu dengan




















