asal jangan sangar yah tun..!”Dan terakhir terdengar suara Iwan yang tak mau kalah juga, “Ka.., Aku boleh kan menciumimu mulai dari bibir hingga lehermu Ka.., boleh kan..?”Ika menjawab dengan nada seperti kesakitan, “Awww.. Bokep Arab eh–eh.. Habis tertembak peluru nyasar yang menghajarmu, ya Ka..?”Ika pun menjawab dengan nada kesal, mungkin bahkan tersindir, “Yah.. Tapi aku tetap terdiam membisu sambil memperhatikan kembali, apa yang akan terjadi.Setelah itu, tidak lama kemudian Asep menjawab dengan nada ringan, “Yah udah, kalau begitu Kita bertiga bareng–bareng ajah. Akhirnya aku dapat melihat mereka dari atas, karena kamar WC di sekolahku pada waktu itu tembok pembaginya tidak tertutup sampai dengan atas langit, sehingga aku dapat melihat mereka berempat. Tidak lama kemudian terlihat Ika menuju tempat teman–teman cowok tersebut dan mereka bersama-sama masuk ke kamar WC secara bersamaan.




















