Kasihan, pasti eneng keberatan hehe”. “Hei, katanya mo pulang. Bokep kontol lo…kontol lo…itu mo masuk ke memek guee…” erang Vina kebingungan, antara gengsi dan birahi. Kali ini tidak sampai 5 menit, seluruh otot tubuh Vina sudah mengejang. Evan langsung menyosorkan mulutnya untuk mulai melumat bakpao montok itu. Kepalan tangan Vina menggegam keras, kepalanya menggeleng semakin cepat, pinggulnya bergerak heboh berusaha menikmati seluruh kontol Evan. Apalagi 2 jari jempol yang langsung mengobok-oboknya. Pinggang ke atas tengkuran di kap mobil, dengan kedua tangan terpentang. Ini gue tuntasin sekalian dengan kontol gue. Semakin Evan mengobok-ngobok tokednya, rasa gatal di memek Vina semakin memuncak. Sambil nyengir mesum Evan berucap “Wah kalo ada bayarannya sih gue bisa pertimbangin”. “Evaaan…pleasee.. Main keluar aja lo. Ya udah, ambil dah sana” ketus Vina.Vina langsung tertidur di kursi mobil.











