“Adietya!” kataku pendek. Bokep “Diet kenapa diam?” tanya Ananda membuyarkan lamunanku. Lepasin tangan Ananda” tegurnya mengingatkan. Khayalanku buyar bersama teguran dari Dina mengingatkan kalau aku masih menggenggam tangan Ananda. Dengan sopan aku menganggukan kepala kepada mereka, sambil tersenyum ramah. Gaun malam yang panjang dan modelnya sedikit sexy dibagian dadanya membuat Ananda tampil begitu anggun malam itu. Kamu Din..!” ujarku spontan. Yah Ananda” kataku polos. “Oh.. Yang di perkenalkan cuman tersenyum manis aja. “Diet, sejak awal perkenalan di cafetaria, hatiku sempat berdetak entah kenapa” terangnya kemudian. Malam itu Ananda mengenakan gaun warna hitam yang membuat penampilannya sangat berbeda dengan saat dia ada di kampus. “Diet, kalaupun banyak cowok yang mengejar-ngejar aku, aku punya hak juga khan buat menolak?” tanyanya lagi.




















