Istriku ternyata begitu berat pekerjaanmu di rumah selama ini. “Bapak nggak makan, pak?” sapa mbok Rusti.“Nanti saja mbok nunggu ibu datang”“Sebaiknya bapak makan duluan, ibu kan biasa pulang hampir tengah malam, bapak bisa kena sakit maag kalau menunggu ibu pulang” saran mbok Rusti kepadaku.Benar juga sampai jam 22.00 Rosa belum juga pulang, akhirnya kusantap juga makanan yang sudah disiapkan mbok Surti sejak tadi, rasanya hambar dan dingin sangat berbeda dengan masakan Yuni istriku. Bokep Cina Masih teringat ekspresi para tamu undangan yang tersenyum-senyum menyaksikan dua pasang pengantin dengan mempelai pria kembar identik. Penghasilanku sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan rumah tangga kami.Namun seiring berjalannya waktu, Yuni telah berubah di mataku. “Bagaimana dengan pekerjaannya di kantor, mas ?”“Baik dek” aku biasa memanggilnya dengan sebutan adek.“Bener nggak ada masalah mas?




















