Sebut saja namanya Sally, sedangkan suaminya bernama Tomy. “Kalau begitu aku mohon maaf, karena aku harus ke salon hari ini. Bokep Jilbab/Hijab Ntar siapa yang kuat nyetir?” mas Tomy menjawab. Awalnya cuma sodokan pelan, namun lama-kelamaan semakin kencang. Dalam keadaan siang bolong aku lebih jelas melihat aksi mereka. “Ah, biasa aja mbak. “O ya mas, rencananya hari ini mau kemana?” tanyaku sambil menatap suamiku. Saya tidak tahu berapa jam mereka bertiga bergelut tadi. Suamiku memang lagi nonton BF, tapi ia tidak sendirian. Aku menutup mata, mau menangis, namun tak bisa. Maaf loh, hanya ini yang bisa kusiapkan. Aku kaget, namun sekali lagi aku tak kuasa menahannya.




















